puisi-memendam rasa

angin berlahan menyambar tubuh kurusku
yang tanpa baju itu, gelisahh tak menyapa
mungkin lelah pun tak mengganggu tapi
tapi mengapa setiaku duduk di bangku kayu
yang berukuran 1x1 ini padahal tiada yang
menarik dari bangku ini
                                        tak ada yang istimewa tak ada yang spesial yang tersimpan,
                                        lebih dari arah jarum jam di tanganku tapi fikirku tak lepas dari
                                        mawar di ujung pandangan ku, yang saat ini sedang menari dan
                                        bermain di atas hatiku, ingin ku petik tapi aku takut durinya,
                                        ingin ku jamah tapi ku tak sanggup melangkah pagarnya
                                        ingin kutanam bibit bunga seperti itu tapi aku takut tak serupa
akhirnya hanya ku pandang dari sela'' pagar
dan ku nikmati keindahannya dari kejauhan,
kadang aku senyum, kadang aku sedih,
senyum karna indah bunga itu, sedih karna
aku tak bisa merih bunga yang selalu di hinggapi
kumbang berracun akhirnya hanya kukagumi dalam hayalku.

0 komentar:

Posting Komentar